MAKALAH
SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
Disusun Oleh :
Ayu
Atina Zakiya / 11150430
FAKULTAS EKONOMI
SEKOLAH TINGGI ILMU
EKONOMI BANK BPD JATENG
SEMARANG
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga
selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari
pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya. Dan
harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca.
Untuk ke depannya dapat memperbaiki
bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun
pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh
karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semarang, 12 Oktober 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Perkembangan Teknologi
Informasi sudah berkembang pesat seiring dengan penemuan-penemuan baru di
bidang informasi dan komunikasi sehingga dapat menciptakan alat-alat yang
mendukung perkembangan dari Sistem Informasi. Kehidupan manusia saat ini saat
dipermudah dengan adanya perkembangan ini. Seiring dengan perkembangan jaman
maka munculah sistem informasi manajemen atau biasa
disebut “SIM” (dalam bahasa Inggris adalah Management
Information System, MIS) merupakan suatu sistem perencanaan bagian dari
pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia,
teknologi, dokumen dan juga prosedur oleh akuntansi manajemen untuk
bisa memecahkan masalah bisnis. Manajemen
sendiri mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengarahan,
dan lain-lain, dalam suatu organisasi. Sedangkan, informasi dalam satu
organisasi adalah data yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai dan
arti bagi organisasi. SIM menjadi tolak ukur keputusan organisasi atau
kelompok. Melalui sistem informasi manajemen, sebuah bidang pekerjaan yang
menyangkut analisis manajemen dapat diselesaikan. Dibalik perlunya ilmu sistem
informasi manajemen, ada tujuan pentingnya penggunaan ilmu tersebut. Tiga
tujuan penting yang harus dicermati dari sistem informasi antara lain untuk
perhitungan harga, perencanaan, serta pengambilan dari keputusan. SIM merupakan
suatu hal yang penting untuk kita terapkan dalam dunia kerja karena manfaat SIM
sendiri yang sangat menguntungkan seperti dapat membantu dalam membuat
keputusan manajemen, baik menyangkut pengelolaan dan keputusan rutin maupun
bersifat strategis.
1.2. RUMUSAN MASALAH
1. Fungsi
SIM bagi suatu perusahaan?
2. Bagaimana
proses manajemen dalam SIM?
3. Apa
manfaat SIM dalam dunia kerja?
4. Contoh
penerapan SIM?
1.3. TUJUAN
Untuk dapat mengetahui peran pentingnya
sistem informasi manajemen dalam suatu organisasi terutama dalam dunia kerja
serta manfaatnya jika kita menerapkan sistem informasi manajemen dalam
perusaahaan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi,
dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya
produk, layanan, atau
suatus trategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem
informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara
akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode
manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung
keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi
eksekutif.
Fungsi manajemen adalah Menyediakan suatu informasi untuk pengambilan suatu
keputusan, menyediakan suatu informasi yang dipergunakan
didalam suatu perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan juga perbaikan
berkelanjutan, menyediakan suatu informasi yang dipergunakan di
dalam suatu perhitungan harga pokok produk, jasa dan tujuan lainnya
yang diinginkan oleh manajemen, mempermudah pihak manajemen untuk
melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada
semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi
dengannya,meningkatkan efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat dan
tepat waktu, meningkatkan produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu
organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinir dan sistematis. Dari tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dana
pengguna lainnya, perlu memiliki akses menuju informasi akuntansi manajemen dan
juga mengetahui bagaimana cara untuk dapat menggunakannya. Informasi akuntansi
manajemen tersebut bisa membantu mereka dalam mengidentifikasi suatu masalah,
menyelesaikan suatu masalah dan mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan.
Dari semua itu kita bisa mendapatkan manfaat untuk perusahaan seperti
menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem
informasi secara kritis, meningkatkan aksesbilitas data yang ada secara akurat
dan tepat waktu bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem
informasi, mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung
sistem informasi, mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
2.2. Proses
manajemen
Aktivitasnya
adalah sebagai berikut Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu
tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh
karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode
untuk mencapai tujuan tersebut. Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah
dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus
diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya
untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial
untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai
kebutuhan, disebut kebutuhan.
Pengambilan Keputusan, proses
pemilihan di antara berbagai alternative disebut
dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan
antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa
tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari
beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan
dengan fungsi pengendalian. Manajer tersebut harus memiliki visi, skill serta
metode untuk melaksanakan tujuan yang telah dipilih.
2.3. Manfaat SIM dalam dunia
kerja
Ø Sistem Informasi untuk Operasi
Bisnis
Sistem Informasi
Operasi memproses data yang berasal dari dan yang digunakan dalam kegiatan
usaha. Peranan sistem informasi untuk operasi bisnis adalah untuk memproses
transaksi bisnis, mengontrol proses industrial, dan mendukung komunikasi serta
produktivitas kantor secara efisien.
Transaction Processing Systems
Transaction Processing Systems
Transaction processing
systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses
data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic
data processing systems). TPS mencatat dan memproses data hasil dari transaksi
bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan. TPS
menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun
eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan,
kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak dan rekening keuangan. TPS
juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses
lebih lanjut oleh SIM.
Process Control Systems
Sistem informasi operasi secara
rutin membuat keputusan yang mengendalikan proses operasional, seperti
keputusan pengendalian produksi. Hal ini melibatkan process control
systems (PCS) yang keputusannya mengatur proses produksi fisik yang secara
otomatis dibuat oleh komputer.
Office Automation Systems
Office automation
systems (OAS) mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mengirim data dan
informasi dalam bentuk komunikasi kantor elektronik. Contoh dari office
automation (OA) adalah word processing, surat elektronik (electronic
mail),teleconferencing, dan lain-lain.
Ø Sistem Informasi untuk
Pengambilan Keputusan Manajemen.
Sistem informasi manajemen atau
SIM (management information system) adalah sistem informasi yang dirancang
untuk menyediakan informasi akurat, tepat waktu, dan relevan yang dibutuhkan
untuk pengambilan keputusan oleh para manajer. Konsep SIM adalah meniadakan
pengembangan yang tidak efisien dan penggunaan komputer yang tidak efektif.
Konsep SIM sangat penting untuk sistem informasi yang efektif dan efisien oleh
karena:
Menekankan pada orientasi
manajemen (management orientation) dari pemrosesan informasi pada bisnis yang
bertujuan mendukung pengambilan keputusan manajemen (management decision
making).
Menekankan bahwa kerangka sistem
(system framework) harus digunakan untuk mengatur penggunaan sistem informasi.
Penggunaan sistem informasi pada bisnis harus dilihat sebagai suatu integrasi
dan berhubungan, tidak sebagai proses yang berdiri sendiri.
Secara
garis besar SIM terdiri dari 3 macam yakni:
1. Information Reporting Systems
Information reporting
systems (IRS) menyediakan informasi produk bagi manajerial end
users untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan dari hari ke hari.
Akses data IRS berisi informasi tentang operasi internal yang telah diproses
sebelumnya oleh transaction processing systems. Informasi produk memberi
gambaran dan laporan yang dapat dilengkapi (1) berdasarkan permintaan, (2)
secara periodik, atau (3) ketika terjadi situasi pengecualian. Sebagai contoh,
manajer penjualan dapat menerima laporan analisa penjualan setiap minggunya
untuk mengevaluasi hasil penjualan produk.
2. Decision Support Systems
Decision support
systems (DSS) merupakan kemajuan dariinformation reporting
systems dan transaction processing systems. DSS adalah interaktif,
sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan
database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi
manajerial end users. Sebagai contoh, program kertas kerja elektronik
memudahkan manajerial end user menerima respon secara interaktif
untuk peramalan penjualan atau keuntungan.
3. Executive Information Systems
Executive information
systems (EIS) adalah tipe SIM yang sesuai untuk kebutuhan informasi
strategis bagi manajemen atas. Tujuan dari sistem informasi eksekutif berbasis
komputer adalah menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi selektif
tentang faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi
manajemen atas. Jadi EIS harus mudah untuk dioperasikan dan dimengerti
(O’brien, 2000).
Ø Sistem Informasi untuk Keuntungan
Strategis
Sistem informasi dapat memainkan
peran yang besar dalam mendukung tujuan strategis dari sebuah perusahaan.
Sebuah perusahaan dapat bertahan dan sukses dalam waktu lama jika perusahaan
itu sukses membangun strategi untuk melawan kekuatan persaingan yang berupa (1)
persaingan dari para pesaing yang berada di industri yang sama, (2) ancaman dari
perusahaan baru, (3) ancaman dari produk pengganti, (4) kekuatan tawar-menawar
dari konsumen, dan (5) kekuatan tawar-menawar dari pemasok. Kelima faktor
tersebut merupakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun upaya
peamsaran yang mengarah kepada competitive advantage strategies. Beberapa
strategi bersaing yang dapat dibangun untuk memenangkan persaingan adalah:
- Cost
leadership (keunggulan biaya) – menjadi produsen produk atau jasa
dengan biaya rendah.
- Product
differentiation (perbedaan produk) – mengembangkan cara untuk
menghasilkan produk atau jasa yang berbeda dengan pesaing.
- Innovation – menemukan
cara baru untuk menjalankan usaha, termasuk di dalamnya pengembangan
produk baru dan cara baru dalam memproduksi atau mendistribusi produk dan
jasa.
Peran
Strategis Untuk Sistem Informasi
Sistem
informasi manajemen (SIM) dapat menolong perusahaan untuk (1) meningkatkan
efisiensi operasional, (2) memperkenalkan inovasi dalam bisnis, dan (3)
membangun sumber-sumber informasi strategis.
1. Meningkatkan efisiensi operasional
Investasi di dalam teknologi
sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien.
Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan
biaya (low-cost leadership).
Dengan menanamkan investasi pada
teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk
memasuki industri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan
besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki
persaingan pasar.
Selain itu, cara lain yang dapat
ditempuh adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun
hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
2. Memperkenalkan inovasi dalam bisnis
Penggunaan ATM (automated teller
machine) dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi
sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh
keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun.
Penekanan utama dalam sistem
informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching costs) ke
dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh
yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi
yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila
sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi
tersebut, maka mereka akan segan utnuk menggunakan sistem reservasi dari
penerbangan lain.
3. Membangun sumber-sumber informasi strategis
Teknologi sistem informasi
memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga
mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh
perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi,
menyewa spesialis sistem informasi, dan melatihend users.
Sistem informasi memungkinkan
perusahaan untuk membuat basis informasi strategis (strategic information base)
yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung strategi bersaing perusahaan.
Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan operasi
yang efisien dan manajemen yang efektif dari perusahaan. Sebagai contoh, banyak
usaha yang menggunakan informasi berbasis komputer tentang konsumen mereka
untuk membantu merancang kampanye pemasaran untuk menjual produk baru kepada
konsumen.
2.4. Contoh
Sistem Informasi Manajemen
Beberapa
contoh kongkrit penerapan sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:
1. Enterprise Resource Planning (ERP)
Sistem
ERP ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola
manajemen dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit
bidang kerja Keuangan, Accounting, Sumber Daya Manusia,Pemasaran, Operasional,
dan Pengelolaan
Persediaan.
2.
Supply Chain Management (SCM)
Sistem
SCM ini sangaat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan
terintegrasi mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok,
produsen, pengecer hingga konsumen akhir.
3. Transaction Processing System (TPS)
TPS
ini berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis
yang rutin. Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan
inventaris. Contohnya adalah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan
Desa Pemprov Jawa Timur.
4. Office Automation System (OAS)
Sistem
aplikasi ini berguna untuk melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu
perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user
di perusahaan. Contohnya adalah email.
5. Knowledge Work System (KWS)
Sistem
informasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi.
Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan
mereka.
6. Informatic Management System (IMS)
IMS
berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga
dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga
dapat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi,
seperti e-procurement.
7. Decision Support System (DSS)
Sistem
ini membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati
lingkungan dalam perusahaan. Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas
Bangsa, yang mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap
tahun.
8. Expert System (ES) dan Artificial
Intelligent (A.I.)
Sistem
ini pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan
masalah dengan menggunakan pengetahuan tenaga ahli yang telah diprogram ke
dalamnya. Contohnya, sistem jadwal mekanik.
9. Group Decision Support System
(GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS)
Serupa
dengan DSS, tetapi GDSS mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu
kelompok, bukan per individu. Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan
skenario. Contohnya adalah e-government.
10. Executive Support System (ESS)
Sistem
ini membantu manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan
berpegang pada grafik dan pendukung komunikasi lainnya.
BAB
III
PENUTUP
3.1.
KESIMPULAN
Dari
pembahasan diatas dapat kita memberi kesimpulan bahwa sistem informasi
manajemen sangat berperan penting dalam dunia kerja untuk menciptakan efesiensi
dan efektifitas dalam dunia kerja yang tentunya hal tersebut sangat bermanfaat
bagi perusahaan karena bisa mengahasilkan output yang besar dengan memanfaat
input yang terbatas. Dan sistem informasi manajemen dapat membantu kerja dari
setiap divisi yang terorganisasi dan akan menghasilkan informasi yang akurat
serta dapat meningkatkan cara kerja yang terkoordinir dan sistematis.
DAFTAR PUSTAKA
